Buka Blak

HARGA SAHAM yang memerah ditampilkan di Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia) Kamis,29 Januari 2026.-Yasuyoshi Chiba-AFP---

Siapa yang "kecopetan" terbanyak di krisis bursa saham belakangan ini?

Mungkin Boy Tohir bersaudara (bos Adaro). Atau Hartono bersaudara (bos Bank BCA). Yang sudah pasti: Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adaro dengan nama samaran ADMR kehilangan uang lebih Rp 10 triliun. Hanya dalam tiga hari: tanggal 28, 29, dan 30 Januari 2026. Lalu ditolong libur dua hari akhir pekan lalu.

Ketika pasar saham buka lagi di hari Senin tanggal 2 Februari, pencopetnya beraksi lagi: Adaro kecopetan lagi sekitar Rp 5 triliun. Pasar global masih belum mau menerima berbagai langkah yang dilakukan OJK, BEI, dan Danantara. Padahal Danantara sampai membocorkan langkahnya: akan terus memborong saham di BEI.

Bank BCA kehilangan sekitar Rp 12 triliun. NKRI kehilangan lebih Rp 50 triliun --lewat bank di bawah Danantara dan perusahaan lainnya yang sudah go public.

Bedanya, di saat Adaro masih tergerus di hari Senin, Bank BCA mulai bersinar. Sahamnya yang turun tujuh persen di penutup bulan Januari naik tiga persen di hari Senin. Pencopet telah mengembalikan sebagian hasil copetannya ke Bank BCA.

Dalang "pencopetnya" Anda sudah tahu: MSCI --Morgan Stanley Capital International. Tapi bukan MSCI yang menikmati hasil copetan. Uang ratusan triliun rupiah itu seperti menguap begitu saja ke udara. Adaro pun tidak benar-benar kehilangan --kalau saja harga sahamnya bisa naik lagi kapan nanti. Bahkan yang bertriliun-triliun itu sebenarnya juga bukan uang. Itu, bagi Anda, hanyalah angka dan angka.

Sampai hari Senin itu nilai market cap Adaro turun 10 persen. Dari Rp 82 triliun ke Rp 70 triliun. Bank BCA turun 7 persen. Dari Rp 922 triliun ke Rp 910 triliun.

Persentase yang hampir sama dialami Bank Mandiri. Sedang Bank BRI turun sekitar enam persen.

Hebatnya, ternyata ada sekitar 20 perusahaan yang harga sahamnya justru naik. Anda sudah tahu siapa juaranya: perusahaan asal Surabaya. Namanya: PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. Kode sahamnya: ELPI. Yang punya: Eka Taniputra.

Eka sebenarnya putra Maluku. Tepatnya orang Ambon yang pindah ke Surabaya. Nilai perusahaannya kini menjadi Rp 10 triliun. Dalam tiga hari itu saham ELPI naik sampai 69 persen.

Perusahaan lain yang juga bernasib baik umumnya tidak begitu dikenal secara luas. Misalnya PT Eratex Jaya (+35 %), PT Ever Shine Tex (+34%), PT Nusantara Alzamia (+34%), PT Alfa Energi Investama (+33%).

Apakah saham ELPI masih naik lagi Senin kemarin? Tidak. Di hari Senin itu bursa menghentikan perdagangan saham ELPI --dianggap kenaikannya di tanggal 30 Januari terlalu tinggi. Dengan demikian sepanjang hari Senin saham ELPI tidak diperdagangkan. Sedang di hari Selasa pagi WIB kemarin (saat saya menulis naskah ini) ELPI terkoreksi 4 persen --masih sangat bagus.

Sstttt....! Jangan ribut. Diam-diam GoTo termasuk yang sahamnya naik. Memang secara persentase naiknya tipis sekali, tapi nilai uangnya mencapai Rp 4 triliun.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan