Kamis, 11 Jun 2026
Network
Beranda
Terkini
Oku Timur Pos
Otomotif
Membangun Desa
Olahraga
Selebriti
Kesehatan
lainnya
Sumsel
Teknologi
Disway
Hukum
Kuliner
Network
Beranda
Disway
Detail Artikel
Puisi Ayah
Reporter:
Yogi
|
Editor:
Yogi
|
Minggu , 21 Dec 2025 - 10:10
----
puisi ayah saya ikut menitikkan air mata saat puisi seorang ayah ini dibaca. inilah seorang ayah yang memiliki satu anak, seorang putri, yang kemarin ia nikahkan dengan seorang lelaki dari negeri nan jauh: orang amerika kelahiran nigeria. saya dua kali berlinang ketika menghadiri akad nikah adat banggai di kota luwuk kemarin pagi. pertama saat pengantin itu sungkem dengan gaya banggai --yang mirip dengan adat mana pun di indonesia. ayah putri itu, adrin sululing, tampak meneguhkan hati saat disungkemi, tapi jebol juga pertahanannya. apalagi ibunda sang putri: sampai sesenggukan. putri tunggalnya itu akan dibawa sang menantu menjauh dari banggai. air mata kedua jatuh saat puisi sang ayah dibacakan. yang membaca salah satu "anak binaan adrin". risal panigoro. ia seorang ustad muda dengan jenggot panjang yang lebat dari kelompok wahdah islamiyah yang berpusat di makassar. rupanya sang ayah merasa tidak akan mampu membaca puisi bikinannya sendiri itu. dari puisi itu terasa sang ayah sedang berjuang untuk belajar ikhlas. yakni ikhlasnya seorang ayah yang sudah mengembara ke seluruh indonesia, yang sudah berhasil ikhlas melepas duniawi, tapi terlihat belum bisa sepenuhnya merelakan kepergian sang putri. sang putri, reski sululing, ikut sesenggukan saat puisi sang ayah dibacakan. sang suami tentu tidak mengerti arti puisi itu. tapi ahmed ipesa-balogun, pengantin pria, berusaha meredakan gejolak jiwa istrinya: reski, anakku... namamu bisa diartikan sebagai anugerah terbaik dalam hidupku, peluruh haus seorang pengembara. setiap hari kau tumbuh sedikit lebih tinggi... sedikit lebih jauh... hati papa sudah mulai berat untuk belajar melepasmu pelan-pelan... seperti daun yang jatuh...lalu mengerti bahwa angin pun punya tugasnya... hari ini kau dipersunting, padahal papa baru akan mau belajar berjalan tanpamu...belajar merelakan saat kau memilih langkahmu sendiri...walau setiap langkahmu selalu membuat papa ingin ikut menjaga.. reski... jika nanti kau merasa sendirian... ingat nak...tubuhmu mungkin jauh...tapi namamu selalu tinggal di dada papa dalam doa yang tak pernah selesai... papa mungkin tidak selalu bisa memberi apa yang kau inginkan, tapi papa tidak pernah rela kau menangis sendirian... biarkan air mata itu jatuh di pelukan yang dulu membawamu tidur...pelukan yang diam-diam takut kehilanganmu... sekarang tangan lain yang akan menggenggam tanganmu...membawamu berjalan lebih jauh dari rumah kita... papa akan mengangguk, tersenyum, dan diam-diam mengemas sesak di dada...seperti baju lama yang tak pernah ingin dilipat... saat ini ada laki-laki yang mencintaimu...tapi biarkan papa memahamkan dia...bahwa pernah ada cinta untukmu yang tak mampu ia lampaui... reski...meski dunia nanti mengikat waktumu... ingatlah...hati papa akan selalu menjadi tempat kembalimu seletih apa pun... selalu ada ruang kosong di hati papa... ada pintu yang tidak pernah dikunci...karena kaulah kuncinya.. jendela rumah kecil kita selalu tersenyum...untuk setiap langkahmu yang ingin pulang... untuk setiap rindu yang kau lantunkan dalam doa... reski...bagaimana pun kau pergi...hati papa tidak pernah benar-benar melepaskan...hanya belajar menyembunyikan rindu dalam kata yang paling sederhana...“hati-hati ya, nak.” "berjalanlah dengan nafasku dan keridhaannya". begitu lulus fakultas teknik (sipil) universitas hadanuddin makassar, sang ayah, adrin, diterima sebagai pegawai negeri. yakni di kementerian pekerjaan umum. adrin tidak mau jadi pegawai negeri. ia pilih ikut proyek-proyek swasta. spesialisasinya adalah irigasi pertanian dan pengukuran tanah. ia tidak pernah mau naik jabatan. tetap ingin di lapangan. pun walau harus sampai ke pulau we di sabang dan merauke. waktu bandara digul di pedalaman papua dibangun ia berbulan-bulan di sana. pekerjaan terakhirnya adalah pengukuran tanah untuk bandara luwuk. lalu pensiun. ia membeli tanah di desa. bukan di kota. yakni di desa bunga, setengah jam dari kota luwuk. ia bangun sendiri rumah di situ --untuk mencukup-cukupkan uangnya. rumah itu terlalu sederhana, terutama ukurannya. saat diadakan acara adat mappacci di rumah itu, orang berjejal. ruang tamu tempat acara itu hanya cukup untuk delapan orang. berjejal. saya sampai sulit untuk memotret. terasnya hanya cukup untuk duduk enam orang. tamu-tamu dari amerika dan nigeria terlihat tidak ada yang canggung berdesakan di rumah desa seperti itu. akad nikahnya sendiri di lantai lima hotel santika, luwuk. pakai dua bahasa: indonesia dan inggris. yang menikahkan ayah reski sendiri. pakai bahasa indonesia. jawaban ahmed, pengantin pria, juga dalam bahasa indonesia --dengan cara membaca terpatah-patah teks yang sudah disiapkan. pengantinnya sendiri mengenakan pakaian adat nigeria. baik pengantin pria maupun wanitanya. ternyata wanita yang disungkemi resi itu bukan ibu mertua; itu nenek ahmed dari ibunya yang sudah meninggal dunia. sedang ayah ahmed, seorang pengusaha real estate di lagos, duduk di sebelahnyi. lagos bukan ibu kota nigeria, tapi kota terbesar di negara itu. kota pelabuhan. besarnya mirip jakarta. penduduknya sekitar 17 juta --termasuk mega city yang sangat cepat berkembang. itu kontras dengan luwuk. kota begitu kecil. terpencil. "tapi luwuk ini indah sekali," ujar rilwan, anggota keluarga ahmed yang datang dari lagos. jodoh tidak bisa lari ke mana. pun ketika seorang ayah begitu berat melepaskan putrinya.(dahlan iskan)
«
1
2
3
4
Tag
# kota
# puisi
# ayah
# negara
Share
Koran Terkait
Kembali ke koran edisi OKUTIMURPOS EDISI SENIN, 22 DESEMBER 2025
Berita Terkini
Manchester United Bidik Karl Darlow, Rivalitas Klasik Tak Jadi Penghalang
Terkini
6 jam
Indonesia Menang Tipis atas Mozambik, Erick Thohir Optimistis Ranking FIFA Meningkat
Olahraga
6 jam
Produk Wastra Indonesia Makin Diminati, Genjot Promosi dan Akses Pasar
Terkini
7 jam
Raffi Ahmad Buka Suara Soal Namanya Dikaitkan dengan Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai
Selebriti
7 jam
Amanda Manopo Ungkap Momen Haru Usai Melahirkan Anak Pertama
Selebriti
7 jam
Kapolda Sumsel Dorong Seluruh Personel Melek Komunikasi Publik dan Literasi Digital
Terkini
7 jam
Kapolda Sumsel Dorong Revitalisasi Satkamling Berbasis Teknologi, 1.700 Ketua Satkamling Ikuti Pelatihan
Sumsel
7 jam
Palembang Kembali Raih Opini WTP, Ratu Dewa Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah
Sumsel
7 jam
Gubernur Sumsel Tunjuk Sumarni sebagai Plt Bupati Muara Enim
Sumsel
7 jam
RSUD OKU Timur Hadirkan CT Scan 64 Slice, Tingkatkan Akurasi Diagnosis Pasien
Oku Timur Pos
8 jam
Berita Terpopuler
Pegang Bukti Rp 500 Juta, KPK Ciduk Plt Sekretaris Disdikbud Muara Enim di Jakarta
Hukum
1 hari
Kenali Manfaat Kacang Hijau, Pilihan Alami untuk Mencegah Anemia
Kesehatan
1 hari
Kemenkes Tekankan Penggunaan AI Kesehatan Tak Bisa Dilakukan Sembarangan
Terkini
16 jam
Mulai Move-on
Disway
16 jam
Kemenhaj Tindak Tegas Oknum KBIHU Nakal
Terkini
16 jam
Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat SIAPkerja
Terkini
10 jam
Berita Pilihan
Manchester United Bidik Karl Darlow, Rivalitas Klasik Tak Jadi Penghalang
Terkini
6 jam
Indonesia Menang Tipis atas Mozambik, Erick Thohir Optimistis Ranking FIFA Meningkat
Olahraga
6 jam
Produk Wastra Indonesia Makin Diminati, Genjot Promosi dan Akses Pasar
Terkini
7 jam
Raffi Ahmad Buka Suara Soal Namanya Dikaitkan dengan Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai
Selebriti
7 jam
Amanda Manopo Ungkap Momen Haru Usai Melahirkan Anak Pertama
Selebriti
7 jam