Dorong Tracer Study untuk Jaminan Mutu Ma’had Aly
Kementerian Agama menggelar Workshop Tracer Study Ma’had Aly. Acara ini berlangsung di Serpong Tangerang.--
KORANOKUTIMURPOS.ID - Subdirektorat Pendidikan Ma’had Aly, Direktorat Pesantren Kementerian Agama menggelar Workshop Tracer Study Ma’had Aly. Acara ini berlangsung di Serpong Tangerang Selatan, 4-6 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pendataan alumni berbasis riset dan berkelanjutan. Narasumber berasal dari Majelis Masyayikh (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren) dan lembaga mitra, serta diikuti perwakilan Ma’had Aly dari berbagai provinsi.
Kasubdit Pendidikan Ma’had Aly, Mahrus, menyampaikan urgensi tracer study sebagai bagian dari ikhtiar direktorat atas transformasi mutu pendidikan Ma’had Aly sebagai perguruan tinggi Pesantren. Ia menegaskan bahwa masa depan Ma’had Aly sangat bergantung pada kemampuan lembaga membaca kiprah dan persebaran para lulusannya.
“Dalam dunia pendidikan berbasis riset, mutu tidak sekadar dinilai dari apa yang kita ajarkan, tetapi dari apa yang dihasilkan. Kita harus tahu di mana alumni kita berada, bagaimana mereka bekerja atau mengabdi, dan sejauh mana ilmu yang mereka pelajari memberi manfaat bagi umat. Tanpa data alumni yang akurat, segala upaya peningkatan mutu hanya akan bergerak dalam ruang gelap,” ujar Mahrus di Tangerang.
BACA JUGA:Kirim 250 Tenda Darurat
BACA JUGA:Kemenkes Pastikan Fasilitas Kesehatan Segera Berfungsi
“Melalui tracer study, kita dapat memperbaiki kurikulum, meningkatkan layanan akademik, dan merancang kebijakan yang benar-benar berbasis bukti. Karena itu, fokus tracer study kita tetapkan pada alumni dua-tiga tahun terakhir. Data yang segar akan memudahkan kita mengambil keputusan yang lebih tajam dan relevan,” lanjut Doktor lulusan UI ini.
Sekretaris Majelis Masyayikh KH Ahmad Muhyiddin Khotib menyampaikan bahwa hakikat tracer study dalam perspektif keilmuan dan tradisi pesantren. Ia menekankan bahwa tracer study bukan sekadar instrumen mutu, tetapi bagian dari amanah moral pesantren untuk memastikan nilai-nilai keilmuan dan akhlak terwujud dalam kehidupan para alumni.
“Kita ingin memastikan bahwa ilmu turats yang kita ajarkan tidak berhenti sebagai teks,” tutur KH. Muhyiddin.
“Ilmu harus tumbuh menjadi manfaat yang dirasakan umat. Tracer study membantu kita melihat apakah itu benar-benar terjadi. Apakah lulusan Ma’had Aly menjadi pengajar yang baik, pendamping umat yang bijaksana, atau pemimpin sosial yang amanah? Ini bukan perkara administratif, melainkan ukuran keberhasilan pendidikan kita,” sambungnya.
Pengasuh Ma'had Aly Situbondo ini juga menyinggung peran strategis alumni Ma’had Aly dalam sektor pendidikan Islam. “Lulusan Ma’had Aly adalah aset bangsa. Mereka dipersiapkan untuk mengajar, membimbing, dan memimpin. Karena itu, kita harus memetakan kompetensinya dengan baik. Tracer study memberi kita gambaran apakah kompetensi mereka sesuai dengan kebutuhan lapangan,” paparnya.
BACA JUGA:Siapkan 50 Miliar dari APBN untuk Rehabilitasi Fasilitas Keagamaan Terdampak Banjir
BACA JUGA:Pembangunan Tower Emergency Hampir Rampung di Bireuen
Narasumber yang lain, Lindra Darnela dari UIN Sunan Kalijaga mengupas cetak biru (blueprint) Sistem Informasi Alumni Ma’had Aly. Ia menjelaskan bahwa sistem pendataan alumni harus dikembangkan sebagai sistem yang hidup dan terus diperbarui.