Belah Tiga

Sabtu 24 Jan 2026 - 09:11 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Yogi

Ternyata yang ditunggu tidak datang. Amerika terus melancarkan "humor" ingin menjadikan Kanada sekadar negara bagiannya yang ke-51.

Sedikit saja Kanada merespons negatif ada saja "hukuman" tambahan yang dijatuhkan Amerika ke Kanada.

Salah satu hukuman tambahan itu menggunakan alasan yang sangat sepele. Soal iklan di televisi: salah satu gubernur di Kanada pasang iklan di TV Amerika. Isinya: ucapan Presiden Amerika masa lalu, Ronald Reagan, bahwa proteksi itu antikemajuan. Kanada dianggap menggunakan mantan Presiden Amerika untuk menyerang kebijakan Presiden Amerika yang sekarang.

Setelah menanti delapan bulan akhirnya Kanada ambil kesimpulan: Amerika tidak bisa lagi diandalkan sebagai sahabat. Persahabatan lama sudah berakhir. Bahkan Kanada merasa sedang benar-benar dimusuhi Amerika.

Maka Kanada ambil jalan baru: datang ke musuh awal Amerika. Anda sudah tahu siapa dia: Tiongkok.

Jalan barunya itu sampai melupakan misi mulianya di bidang demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Dia tidak peduli lagi Tiongkok itu komunis. Dia seperti begitu saja melupakan hubungannya yang tegang dengan Tiongkok. Termasuk melupakan dua warganya yang ditangkap di sana.

Tiongkok sendiri juga demikian. Seperti melupakan peristiwa menyakitkan hatinya: yakni ketika Meng Wanzhou, putri pemilik Huawei ditangkap ketika transit di bandara Vancouver, Kanada.

Pekan kemarin Mark Carney, perdana menteri Kanada, datang ke Beijing. Mesra sekali. Keduanya lagi saling cari teman. Keputusan besar pun diambil. Kanada mengijinkan mobil listrik Tiongkok masuk ke sana. Jumlahnya sampai 49.000. Sebaliknya Tiongkok bersedia mengimpor canola dari Kanada. Jumlahnya fantastis.

"Tiongkok adalah partner yang bisa dipercaya dan diandalkan," ujar Carney. Artinya: Amerika tidak bisa dipercaya dan diandalkan. Lem di pinang itu pun meleleh.

Kanada memang produsen canola terbesar di dunia: sekitar 30 juta ton per tahun. Banyak petani gandum Kanada beralih ke canola. Dengan hektare yang sama nilai jual canola bisa 20 persen lebih tinggi dari menanam gandum.

Kanada memang negara pertama yang memproduksi canola. Bahkan canola sendiri singkatan dari Canada oil low acit.

Awalnya canola tanaman kuno: bernama rapeseed. Memang, sejak zaman dulu, bijinya yang sekecil kacang hijau itu bisa dibuat minyak goreng. Tapi berbahaya: acit-nya tinggi.

Seorang ahli di Kanada, Baldur R. Stefansson, lantas berhasil merekayasanya: kadar acit-nya dibuang. Rapeseed pun jadi canola.

Minyak goreng canola pun laris. Sangat bagus untuk kesehatan. Omega3-nya tinggi. Susunan kimiawinya tidak rusak biar pun dipanaskan.

Ini berbeda dengan olive oil (minyak zaitun). Harganya mahal. Kalau dipakai menggoreng, khasiat zaitunnya rusak. Apalagi kalau sampai suhu tinggi. Minyaknya sampai mendidih. Khasiatnya merosot.

Maka di Amerika canola mendapat gelar sebagai "pembunuh" zaitun. Terutama di saat harga-harga kebutuhan pokok naik seperti sekarang ini. Zaitun dianggap sudah terlalu mahal. Harus hanya dipakai untuk dijadikan olesan segar: terutama untuk salad.

Kategori :

Terkait

Sabtu 24 Jan 2026 - 09:11 WIB

Belah Tiga

Senin 12 Jan 2026 - 07:51 WIB

Reflek Radjimin

Sabtu 03 Jan 2026 - 11:47 WIB

Jalur Kekeluargaan