Belah Tiga

Sabtu 24 Jan 2026 - 09:11 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Yogi

Perkembangan terbaru: minyak goreng canola membunuh zaitun. 

Akhirnya ada pejabat Amerika yang blak-blakan: "globalisasi telah merugikan Amerika". Yang mengatakan itu Howard Lutnick. Ia menteri perdagangan. Ia pengikut garis keras: anti globalisasi.

Lutnick mengatakan itu di forum sangat penting dunia: Davos. Yang kemarin berlangsung di Davos, Swiss.

Ya sudah.

Berarti jelas.

Amerika tidak setuju dengan globalisasi. Bukan saja tidak setuju. Sudah melakukan langkah tarik diri dari globalisasi.

Maka berakhirlah sudah globalisasi.

Berarti kita memasuki dunia baru tanpa globalisasi. Semua negara diminta memikirkan diri masing-masing.

Dalam hati, saya mengakui itu: Amerika kalah di era globalisasi. Sejak terjadi globalisasi banyak negara miskin naik kelas. Utamanya Tiongkok. Bukan saja naik kelas tapi loncat galah. Bukan naik tangga tapi naik lift.

Dulu jarak kemakmuran antara Amerika dan Asia ibarat langit dan sumur. Lama-lama jarak itu menyempit. Amerika masih terus maju tapi negara seperti Tiongkok majunya pesat. Jarak kian dekat. Bahkan Anda pun meramalkan Tiongkok akan mengalahkan Amerika.

Dengan berakhirnya globalisasi orang harus berhitung lagi: apakah Amerika bisa membuat jarak itu melebar lagi. Apakah Asia akan miskin lagi.

Tiongkok sendiri pada awalnya juga tidak mau globalisasi. Bahkan untuk masuk lembaga perdagangan dunia seperti WTO-pun tidak mau. Justru negara maju yang terus memaksa Tiongkok masuk WTO.

Negara yang paling marah oleh sikap baru Amerika itu ternyata bukan Tiongkok. Ia adalah Kanada. Tetangga terdekat Amerika sendiri.

Awalnya Kanada tidak percaya Amerika bisa berubah sikap pada Kanada. Dua negara itu sudah ibarat pinang terbelah dua yang sudah dilem lagi. Di antara dua negara itu orang dan barang saling wirawiri hampir tanpa batas.

Kanada pun masih tidak langsung percaya Amerika benar-benar berubah sikap. Kanada tidak mau terlalu bereaksi atas sikap baru Amerika. Ia tunggu kebenaran sejatinya. Delapan bulan lamanya Kanada menunggu: jangan-jangan Amerika masih bisa diajak berunding.

Kategori :

Terkait

Sabtu 24 Jan 2026 - 09:11 WIB

Belah Tiga

Senin 12 Jan 2026 - 07:51 WIB

Reflek Radjimin

Sabtu 03 Jan 2026 - 11:47 WIB

Jalur Kekeluargaan