KDKMP Tercinta

Presiden Prabowo berpidato saat peresmian 1061 Kopdes/Kel Merah Putih -Disway/Anisha Aprilia---

Karena itu seharusnya KDKMP bisa bersaing dengan pedagang ijon. Bukankah KDKMP akan sangat mudah mendapatkan modal kerja dari bank anggota Himbara --bank-bank milik pemerintah?

Jangankan untuk modal membantu petani, untuk modal mengimpor mobil dari India pun begitu mudahnya.

Transaksi dengan petani dan produsen di desa itulah misi mulia KDKMP. Kalau sukses maka uang akan beredar di desa. Dari desa kembali ke desa. Sangat mudah --di atas kertas. Apalagi kalau semua itu bisa dikomandokan dari atas.

Tapi bisnis adalah bisnis. Punya "hukum besi"-nya sendiri. Bisnis justru bisa berkembang melalui cara yang tidak mudah. Kesulitanlah yang menempa para pedagang untuk menjadi pedagang yang sebenarnya.

Serba mudah akan membuat sikap bermanja-manja. Tidak ada pedagang yang manja. Maka kalau KDMP yang manja itu nanti sukses berarti KDKMP berhasil membalik "kitab suci" perdagangan.

Kenapa dalam setahun KDKMP sudah harus bisa menangani barang nonsubsidi? Itu karena saya baca pernyataan Dewan Ekonomi Nasional: bentuk subsidi akan diubah secara radikal. Tidak akan ada barang-barang yang disubsidi. Orang miskinlah yang akan diberi uang agar mampu membeli barang-barang yang selama ini disubsidi: listrik, bensin, gas tiga kilogram dan pupuk.

Pemahaman saya: semua barang akan dijual dengan harga pasar. Dana yang selama ini diberikan untuk mensubsidi PLN, Pertamina, Pupuk Indonesia akan dibagikan kepada rakyat secara langsung. Uang subsidi, secara teoritis, memang harus diterima oleh orang: bukan diterima oleh perusahaan.

Yang seperti itu memang akan sangat baik. Sangat sehat. Tidak rumit. Tidak salah sasaran.

Setelah itu orang miskin akan menerima "gaji" sekitar --saya hampir tidak percaya membaca angka rupiah yang akan diterima orang miskin perbulannya-- angka itu baiknya tidak saya tuliskan di sini.

Tentu orang miskin akan sangat senang menerima uang sebanyak itu. Setiap bulan. Kesenangan itu sampai pada ketika mereka akan membayar listrik, gas tiga kilo, membeli pupuk dan membeli bensin: kaget. Kok serbamahal. Apalagi kalau uang yang diterima itu sudah telanjur habis untuk keperluan lain.

Kalau perubahan sistem subsidi itu benar-benar terjadi, maka KDKMP akan langsung kehilangan barang dagangan utama mereka. Karena itu dalam setahun ke depan --sebelum sistem subsidi itu diubah-- KDKMP harus sudah tahu akan berjalan ke mana.

Atau rencana perubahan sistem subsidi itu sendiri yang dibatalkan: demi KDKMP tercinta.(Dahlan Iskan)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan