In Five
Pemain New York Knicks Karl-Anthony Towns mengangkat trofi setelah mengalahkan San Antonio Spurs di game kelima Final NBA 2026 di Frost Bank Center, 13 Juni 2026.—--
Piala Dunia memang berlangsung di Amerika. Tapi berita olahraga terbesar di New York tentang basket. Itu karena Sabtu kemarin New York Knicks meraih gelar juara NBA dengan drama yang sangat besar.
Sudah 53 tahun Knicks tidak juara. Betapa lapar warga New York atas gelar kali ketiganya itu.
Putaran final tahun ini Knicks melawan San Antonio Spurs dari Texas. Juara lima kali.
Sistem pertandingan putaran finalnya bermain tujuh kali. Dua kali di kandang lawan, dua kali tuan rumah. Dua kali lagi di kandang lawan, dua kali lagi tuan rumah. Karena itu gelar juara baru bisa dikunci kalau tim finalis sudah menang empat kali. Kalau skor masih 3-3 harus ada pertandingan ketujuh.
Pertandingan final pertama dan kedua dimainkan di Texas. Sebagai tamu, Knicks menang dua-duanya.
Di pertandingan ketiga dan keempat di New York. Di pertandingan ketiga Knicks kalah (3-1). Di pertandingan keempat Knicks yang menang (4-1). Secara dramatis pula.
Sejak saat itu New York heboh: Knicks akan juara ''in five''. Di keluarga kami "pecah". Mayoritas pilih yang akan jadi juara Spurs. Hanya satu yang menebak Knicks dengan optimisme "in five". Ia memang lama di Amerika. Sering ke San Antonio dan New York. Tapi hatinya sebenarnya untuk Sacramento Kings.
"Knicks juara in five karena di Spurs ada Fox," katanya.
Fox-lah yang dianggap paling membawa sial bagi Spurs. Nama lengkapnya De'Aaron Fox. Saat itu pertandingan keempat tinggal 13 detik lagi. Posisi Spurs masih unggul 106-105. Hampir pasti Spurs menang di game keempat itu. Apalagi serangan Knicks baru saja gagal. Pemain Knicks masih banyak di lapangan Spurs.
Di saat di sekitar ring basket Knicks kosong, Fox dapat bola. Jalan menuju ring milik Knicks pun lapang. Fox melihat itu sebagai peluang sangat besar untuk cetak dua point. Memang Spurs sudah menang satu angka tapi jiwa pejuang Fox mengatakan harus menang tiga angka. Kesempatan ada. Peluang sangat besar.
Maka Fox berlari kencang ke arah ring lawan. Ia pun langsung melakukan layup dengan sangat baik. Bola pasti akan masuk.
Tapi tidak!
Di saat bola sudah menempel di ring datanglah pemain belakang Knicks, Anunoby. Tinggi badannya yang 2,01 meter, jangkauan tangannya yang panjang, tiba-tiba bisa menepis bola yang sudah di bibir ring itu. Spurs pun gagal menang tiga angka. Bahkan gagal menang sama sekali. Dalam hitungan detik yang tersisa Knicks berhasil menambah dua angka. Posisi pun terbalik menjadi 107-106 untuk Knicks.
New York pesta.