Konflik Pasar Atas OKU Memanas, Puluhan Pedagang Datangi Polisi
Kisruh kios Pasar Atas memanas, pedagang ramai-ramai lapor polisi. -Eris/OKES---
KORANOKUTIMURPOS.ID – Konflik berkepanjangan di kawasan Pasar Atas Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memasuki fase yang semakin kompleks.
Setelah pemasangan garis polisi pada enam kios dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang oleh Polsek Baturaja Timur, puluhan pedagang kini secara resmi mendatangi kantor polisi untuk melapor.
Gelombang laporan itu terjadi pada Jumat (3/4/2026), sehari setelah aparat melakukan olah TKP ulang guna mengurai benang kusut persoalan yang terus berkembang.
Menariknya, dalam dinamika kasus ini, muncul fakta tak terduga. Seorang anggota aktif dari Polres OKU berinisiat PT diketahui turut menjadi korban dalam perkara tersebut.
Kehadiran PT di lokasi bukan dalam kapasitas sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai pemilik kios yang terdampak.
BACA JUGA:Diterjang Luapan Air, Akses Vital Warga di Kisam Ilir Putus Total
BACA JUGA:Antisipasi Banjir, Drainase di Bandar Agung Ranau Dibersihkan
Ia membenarkan bahwa kios miliknya ikut terseret dalam konflik yang terjadi. “Iya, ada,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Kapolsek Baturaja Timur, AKP Azwan, memberikan klarifikasi terkait membludaknya pedagang di kantor polisi. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak memfasilitasi pertemuan tersebut.
“Kami tidak memfasilitasi. Mereka datang sendiri mau membuat laporan,” tegasnya.
Azwan juga mengungkap fakta mengejutkan terkait kios milik PT. Berdasarkan informasi yang diterima, kios tersebut diduga telah dijual sepihak oleh penyewa dengan nilai mencapai Rp 65 juta.
“Sudah dijual oleh si penyewa,” ungkapnya.
Di tengah situasi yang memanas, dua pedagang berinisial EM dan MH telah resmi melayangkan laporan ke polisi. Hal ini dibenarkan oleh Kanit Reskrim Andi Hendrianto.
“Sementara ini baru dua laporan polisi yang kita terima,” jelasnya.