Harga Ayam Pramuka Tembus 60 Ribu
Harga ayam jenis pramuka yang biasanya stabil kini mulai merangkak naik, membuat sebagian pembeli dan pedagang merasakan dampaknya.--
KORANOKUTIMURPOS.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga ayam potong di Pasar Saka Selabung mengalami kenaikan. Harga ayam jenis pramuka yang biasanya stabil kini mulai merangkak naik, membuat sebagian pembeli dan pedagang merasakan dampaknya.
Berdasarkan pantauan di pasar tersebut, harga ayam pramuka hidup saat ini mencapai sekitar Rp55 ribu per ekor. Sementara itu, jika sudah dalam kondisi bersih atau siap dimasak, harganya bisa mencapai Rp60 ribu per ekor.
Kenaikan harga ini mulai terasa dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran. Ayam potong menjadi salah satu bahan makanan yang paling banyak dicari karena kerap digunakan dalam berbagai hidangan khas hari raya.
Sejumlah pedagang di pasar mengaku kenaikan harga terjadi karena pasokan ayam dari peternak mulai berkurang, sementara permintaan dari masyarakat meningkat. Kondisi ini menyebabkan harga di tingkat pedagang ikut menyesuaikan.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Saka Selabung mengatakan bahwa kenaikan harga menjelang Lebaran sebenarnya sudah menjadi hal yang biasa terjadi setiap tahun. Namun tahun ini kenaikannya mulai terasa lebih cepat.
BACA JUGA:Gubernur HD Soft Launching Pusat Oleh-Oleh Marogan
BACA JUGA:Jelang Mudik Lebaran, Polda Sumsel Kerahkan 106 Personel Perbaiki Jalan
“Sekarang ayam hidup sudah Rp55 ribu per ekor. Kalau sudah dipotong dan dibersihkan bisa Rp60 ribu. Biasanya memang naik kalau sudah mendekati Lebaran,” ujarnya.
Menurutnya, permintaan masyarakat mulai meningkat karena banyak warga yang sudah mulai mempersiapkan kebutuhan makanan untuk menyambut hari raya. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, ayam juga banyak dibeli oleh pedagang makanan.
Meski demikian, para pedagang mengaku penjualan masih berjalan cukup normal. Banyak pembeli yang tetap membeli ayam karena menjadi bahan utama untuk berbagai masakan seperti opor ayam, gulai, hingga ayam goreng yang biasa disajikan saat Lebaran.
Sementara itu, beberapa pembeli mengaku sedikit keberatan dengan kenaikan harga tersebut. Namun mereka tetap membeli karena ayam merupakan salah satu kebutuhan penting menjelang hari raya.
Seorang ibu rumah tangga yang ditemui di pasar mengatakan bahwa ia tetap membeli ayam meskipun harganya naik. Menurutnya, kebutuhan dapur menjelang Lebaran memang biasanya meningkat.
BACA JUGA:Bupati OKU Selatan Serahkan 8 Unit Hand Traktor kepada Kelompok Tani
BACA JUGA:Polda Sumsel Salurkan 135 Ton Beras ke 20 Ribu Warga Lewat Gerakan Pangan Murah