Pantat Kuda

Catatan dahlan Iskan--

Toko itu pamer pantat kuda. Untuk apa?

"Untuk pengingat bagi para penjilat," ujar seorang pimpinan partai yang menemani saya di Huai An, pedalaman provinsi Jiangshu, Tiongkok.

Ia tidak menyangka saya tertarik pada pantat kuda itu. Yakni ketika saya berjalan dari rumah kelahiran Zhou En Lai ke plasa khusus untuk mengenang para penulis buku terkemuka dari kota kecil itu.

Saat jalan itu tiba-tiba saja tertatap oleh saya pantat kuda itu. Semok. Warna merah. Awalnya saya pikir patung kuda biasa. Ini kan tahun kuda. Hanya saja yang yang terlihat hanya bagian belakangnya. 

Saya pun bergegas mendekat. Sekitar delapan orang yang mendampingi saya mengikuti langkah saya. Mereka heran mengapa saya perlu mampir toko. Lebih heran lagi ketika saya menuju pantat kuda itu.

Setelah semua mendekat pimpinan partai tingkat kota itu justru minta saya memegang pantat kuda. 

"Untuk apa?" tanya saya.

"Keberuntungan. Ini kan tahun kuda," katanya.

Ia pun menunjukkan ke saya cara-cara memegang pantat kuda. Di bagian mana. Ups...ternyata sudah ada tanda di bagian mana seseorang harus memegang pantat kuda. Yakni di bagian yang benar-benar membuat kuda merasa nyaman kalau bagian itu yang dipegang.

Untuk bisa memegang bagian itu posisi saya harus tepat di belakang kuda. Itu ada artinya tersendiri.

"拍拍马屁,存款过亿" bunyi tulisan di kaca toko itu. Dibaca: pai pai ma pi, cun kuan guo yi. Arti bebasnya: Sanjungan menghasilkan penghasilan lebih dari 100 juta.

Itu karena menepuk pantat kuda dianggap sebagai pujian. Atau sanjungan. Kuda merasa tersanjung kalau pantatnya ditepuk-tepuk. Pun kuda Anda yang ada di rumah. 

Dengan menyanjung orang yang Anda sanjung akan memberikan proyek kepada Anda.

Tentu itu hanya iklan di toko. Maksudnya: hanya untuk daya tarik. Humor di tahun kuda.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan