Curah Hujan Tinggi, BPP Himbau Petani Waspada Hama

WASPADA HAMA -- Petani di Kecamatan Martapura mulai menanam padi di tengah intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa pekan terakhir.Foto: DEO/OKUTPOS--

MARTAPURA – Intensitas curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, dalam beberapa pekan terakhir mulai memicu kekhawatiran terhadap potensi penurunan produksi padi.

Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Martapura mengingatkan para petani agar meningkatkan kewaspadaan, menyusul tingginya kelembapan udara dan angin kencang yang berisiko memicu serangan hama, penyakit tanaman, hingga menyebabkan tanaman rebah.

Kepala BPP Kecamatan Martapura, Noma Riyandi, mengatakan musim penghujan merupakan fase rawan bagi pertumbuhan padi, terutama di wilayah sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Curah hujan yang tinggi meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit. Jika tidak diantisipasi sejak awal, kondisi ini dapat menurunkan hasil panen petani,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa organisme pengganggu tanaman yang mulai diwaspadai saat ini antara lain hawar daun, penggerek batang, serta sundep. Serangan tersebut dapat merusak tanaman sejak fase awal pertumbuhan hingga menjelang masa panen.

BACA JUGA:Tanam Jagung, Polsek Dukung Ketahanan Pangan

BACA JUGA:Bupati Enos Resmi Lantik 36 Pejabat OKU Timur, Isi Jabatan Strategis di Pemerintahan

Selain ancaman hama dan penyakit, angin kencang yang kerap menyertai hujan deras juga berpotensi menyebabkan tanaman padi rebah. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan proses panen, tetapi juga berdampak langsung pada penurunan produktivitas.

Sebagai langkah antisipasi, BPP mendorong petani menggunakan benih padi varietas unggul yang memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem. 

Pemilihan varietas dengan batang yang lebih kuat dinilai penting untuk mengurangi risiko tanaman rebah akibat terpaan angin dan hujan deras.

“Pemilihan varietas yang tepat menjadi faktor penting menjaga stabilitas produksi, terutama di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu,” jelas Noma.

Ia juga menekankan pentingnya penyesuaian penggunaan benih dengan karakteristik lahan setempat. Di Kecamatan Martapura, sebagian besar persawahan merupakan sawah tadah hujan yang sangat sensitif terhadap fluktuasi cuaca.

BACA JUGA:Kapolres Resmikan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di OKU Timur

BACA JUGA:Semangat Bangun Desa Lewat Inovasi dan Gotong Royong

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan