Semangat Bangun Desa Lewat Inovasi dan Gotong Royong
PENURUNAN DANA DESA -- Kepala Desa Gunung Sugih, Sunarso, menyampaikan penjelasan terkait penurunan Dana Desa tahun anggaran 2026 yang berkurang lebih dari separuh dibanding tahun sebelumnya.--
KORANOKUTIMURPOS.ID -Pemerintah Desa Gunung Sugih, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan menghadapi tantangan berat pada tahun anggaran 2026. Dana Desa (DD) yang diterima tahun ini mengalami penurunan drastis hingga lebih dari separuh dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Desa Gunung Sugih, Sunarso, SKom, SH, CMSP, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu, desanya menerima Dana Desa sekitar Rp600 juta lebih, mendekati Rp700 juta. Namun pada 2026 ini, anggaran yang diterima hanya sekitar Rp250 juta atau berkurang lebih dari 50 persen.
“Separuh lebih berkurang. Semuanya berkurang,” tegas Sunarso.
Ia menjelaskan, secara nasional pada 2026 terdapat kebijakan alokasi 60 triliun rupiah Dana Desa, dengan rincian 40 triliun dialokasikan untuk koperasi dan 20 triliun untuk kebutuhan lainnya. Dampaknya, alokasi yang diterima desa-desa pun ikut menyusut.
Dengan berkurangnya Dana Desa, sejumlah program terpaksa disesuaikan. Sunarso mengakui, sektor pembangunan fisik menjadi yang paling terdampak.
BACA JUGA:Herman Deru Resmikan Masjid Al Azhar Cidawang OKU Timur
BACA JUGA:Cek Tanaman Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan
“Karena DD berkurang, fisik pasti berkurang. Bimtek juga sudah tidak ada lagi secara aturan. Mayoritas yang berkurang itu fisik,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur desa memang membutuhkan anggaran besar. Ketika dana menyusut, prioritas harus ditata ulang agar tetap menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.
Menghadapi keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Gunung Sugih memilih untuk tidak berpangku tangan. Sunarso menegaskan komitmennya untuk tetap membangun desa melalui berbagai terobosan.
“Sejak awal saya kembali ke kampung halaman untuk membangun desa. Ada Dana Desa ataupun tidak ada, kita tetap harus semangat dan terus berinovasi,” ujarnya.
Strategi yang ditempuh antara lain tetap aktif mengajukan proposal pembangunan ke berbagai instansi, baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Selain itu, semangat gotong royong kembali dikuatkan sebagai bagian dari visi dan misi pemerintahan desa.
BACA JUGA:Disdikbud OKU Timur Terapkan Belajar Mandiri Awal Ramadan 1447 H
BACA JUGA:Bupati Enos Wujudkan Peningkatan Produksi Beras, OPLAH hingga Cetak Sawah Baru