Ibadah Stres
Friderica Widyasari Dewi selaku Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK mengungkapkan 8 langkah mempercepat reformasi pasar modal Indonesia.-dok disway---
Total kapitalisasi pasar BEI juga tidak jelek: hampir satu triliun dolar. Mirip dengan angka kapitalisasi di Singapura. Jauh melebihi Malaysia. Apalagi Thailand.
Dari gambaran itu seharusnya OJK memang berani naik kelas: memperketat persyaratan keterbukaan–disesuaikan dengan ''kelas dunia''. Siapa tahu BEI bisa menjadi pusatnya bursa saham ASEAN.
Singapura selama ini dinilai terlalu ketat menjaga aturan bursa. Sampai banyak permintaan IPO di sana yang ditolak. Singapura lebih mengutamakan kualitas perusahaan yang IPO–demi menjaga kepercayaan investor.
Hong Kong sudah seperti Amerika: keterbukaan informasi. Yang penting semua informasi disajikan. Tidak boleh ada yang disembunyikan. Kalau ada investor yang''tertipu'' itu salah investor sendiri: kenapa tidak jeli membaca informasi.
Dari ketatnya Singapura kita bisa memanfaatkan peluang di ASEAN. Apalagi bursa Malaysia, Thailand, Filipina,dan Vietnam masih jauh lebih kecil. Mumpung mereka belum menyalip kita. Kita bisa tarik perusahaan di sana untuk IPO di BEI.
Apakah kita tidak takut kalau BEI menjadis eindependen itu? Pertanyaan itulah yang mungkin membuat para peragu selama ini tidak berani melangkah.
Setelah reformasi nanti OJK tidak terlalu berkuasa lagi di BEI. Pemerintah mungkin bisa berbuat seperti di Hong Kong:Danantara bisa diperintahkan untuk memegang saham enam persen di BEI.
Lalu seluruh perusahaan broker diminta membentuk satu PT saja. Katakanlah bernama PT Broker. Maka PT Broker juga hanya akan memegang saham enam persen.
Selanjutnya kita undang lima perusahaan keuangan kelas dunia. Masing-masing memegang saham lima persen. Bararti sudah ada tujuh pemegang saham yang totalnya menguasai 37 persen. Masih ada 63 persen saham PT BEI yang bisa di-IPO-kan di BEI.
Kita masih punya cukup waktu. Tidak harus grusa-grusu. Termasuk masih punya waktu untuk melakukan tes satu ini: tes stres. Seandainya minimal saham yang harus bisa diperdagangkan secara bebas mencapai 15 persen–dan itu berlaku juga bagi yang sudah telanjur IPO di masa lalu–berapa perusahaan yang akan rontok. Lalu apa akibatnya? Bagaimana mitigasinya?
Tes stres itu bisa dilakukan selama bulan puasa: itulah ibadah yang pahalanya saya usulkan tidak akan kalah dengan menjalankan puasa itu sendiri. Ibadah membangun ekonomi bangsa.
Selama bulan puasa nanti Friderica Widyasari Dewi (Kiki Widyasari), pejabat sementara ketua OJK, akan lebih banyak berbuka dan makan sahur dengan lauk reformasi. Tugas yang berat untuk Kiki. Tidak kalah berat dengan tugas suaminyi: diangkat lagi menjadi kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk periode kedua.
Dengan latar belakang keluarga seperti itu rasanya penguasa yang sekarang tidak keberatan Kiki jadi ketua OJK yangcdefinitif. Agar bisa menyelesaikan seluruh proses reformasi pasar modal di bulan puasa. Lalu Kiki bisa berlebaran ke Blora, ke kampung Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, suaminyi.
Setelah Lebaran Kiki masih banyak menghadapi pekerjaan OJK yang mendesak direformasi: semakin liarnya pinjaman online.(Dahlan Iskan)