Upgrade SDM dan Maksimalkan Teknologi

Menag Nasarudin Umar buka Rakernas BMBPSDM--

KORANOKUTIMURPOS.ID- Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi dua pesan khusus bagi Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM). Menag minta BMBPSDM Kemenag fokus pada peningkatan kompetensi SDM dan maksimalkan teknologi.

Dua hal ini menurut Menag sangat penting dalam upaya efisiensi tata kelola birokrasi Kementerian Agama. Menag sampaikan itu di hadapan pejabat Eselon I dan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 BMBPSDM. Giat ini mengusung tema "Peningkatan Kompetensi SDM untuk Menopang Kemaslahatan Umat Masa Depan”.

Menag mengatakan tantangan kelembagaan ke depan menuntut perubahan cara berpikir dalam pengelolaan organisasi pemerintah. Ia menilai modernisasi birokrasi harus dibarengi dengan optimalisasi pemanfaatan teknologi

“Dalam manajemen modern, semakin maju sebuah institusi, justru biaya operasionalnya semakin kecil. Karena itu, kita perlu meng-upgrade SDM dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi,” ujar Menag di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran agar belanja organisasi tidak terserap terlalu besar untuk biaya rutin, tetapi mampu menghasilkan output dan outcome yang jelas bagi masyarakat. “Kementerian yang produktif itu bukan yang besar biaya operasionalnya, tetapi yang kecil pengeluarannya dan besar dampaknya,” tegasnya.

BACA JUGA:RS Kardiologi Emirates–Indonesia Resmi Beroperasi

Selain tata kelola, Menag menyoroti pentingnya lembaga membaca dinamika sosial-keagamaan, termasuk isu ekonomi umat, ketahanan keluarga, serta perubahan sosial di masyarakat. “Kalau kita proaktif dan berpikir out of the box, pundi-pundi keumatan itu sangat besar dan bisa dikelola untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar BMBPSDM berperan aktif menyampaikan persoalan riil di masyarakat, bukan sekadar melaporkan capaian seremonial. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan dan tantangan aktual di bidang keagamaan dan pelayanan publik. 

“Saya ingin badan ini rajin menyetor persoalan kepada menteri, bukan hanya menyetor kebaikan. Karena dari persoalan itulah kebijakan bisa diperbaiki,” tegasnya.

“Lebih banyak orang jatuh karena pujian, dan lebih banyak orang naik karena kritik. Kalau kita ingin Kementerian Agama maju, maka kita harus berani mengatakan yang benar dan memperbaiki yang keliru,” lanjutnya.

Kepala BMBPSDM Muhammad Ali Ramdhani melaporkan bahwa Rakernas 2026 dirancang sebagai penguatan peran badan dalam moderasi beragama dan pengembangan SDM. Menurutnya, pengembangan SDM menjadi kunci dalam menjawab tantangan dinamika sosial dan keagamaan yang terus berkembang.

”BMBPSDM saat ini memiliki lima unit eselon II dan satu sekretariat yang menjalankan fungsi kajian strategis, pemetaan persoalan keagamaan, serta pengembangan kompetensi ASN,” jelasnya.

Kaban Dhani—sapaan akrabnya—menjelaskan bahwa BMBPSDM memiliki mandat untuk melakukan analisis kebutuhan masyarakat sekaligus menurunkan program-program prioritas Kementerian Agama agar tepat sasaran. Berbagai survei dan pemetaan dilakukan untuk memperoleh gambaran objektif kondisi sosial keagamaan di masyarakat.

BACA JUGA:Dorong IKM Naik Kelas, Penjualan Tembus Rp 936 Juta

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan