Hady Alan
----
Papanya sendiri punya toko obat: di Pasar Atom lama. Ia ingin toko papanya maju. Ia usulkan banyak perubahan. Papanya tidak setuju. "Akhirnya saya bikin toko sendiri," kata Hady.
Hadi pun kerja keras. Usahanya maju. Sampai bisa mendirikan PBF --Pedagang Besar Farmasi. Sampai punya pabrik tetes mata yang Anda sudah pakai: Aito. Sampai menjadikan Borwita seperti sekarang ini.
Alan masih akan mengembangkan Borwita ke bisnis makanan siap saji. Yakni makanan khas Indonesia. Ups...bukan baru "akan". Alan sudah memulainya. Dimulai dari rendang. Lalu kare. Lalu lain-lainnya.
Yang menarik, makanan itu tidak perlu dipanasi dulu. Bisa langsung dimakan.
Di usianya sekarang ternyata Hady punya kegemaran yang sama dengan saya: olahraga pagi. Satu jam. Bedanya, saya di halaman terbuka di Rumah Gadang, ia di gym hotel berbintang.
Bedanya lagi: ia sudah melakukan itu sejak muda. Sejak hotel itu masih bernama Hyatt. Sedang saya baru hijrah 12 tahun terakhir. (Dahlan Iskan)