Belah Tiga

----

Ini berbeda dengan olive oil (minyak zaitun). Harganya mahal. Kalau dipakai menggoreng, khasiat zaitunnya rusak. Apalagi kalau sampai suhu tinggi. Minyaknya sampai mendidih. Khasiatnya merosot.

Maka di Amerika canola mendapat gelar sebagai "pembunuh" zaitun. Terutama di saat harga-harga kebutuhan pokok naik seperti sekarang ini. Zaitun dianggap sudah terlalu mahal. Harus hanya dipakai untuk dijadikan olesan segar: terutama untuk salad.

Kanada tidak lagi bisa jualan canola ke Amerika. Bisa. Tapi dengan tarif Trump jatuhnya menjadi mahal.

Carney jadi bintang paling cemerlang di Forum Davos. Ups...ada bintang lainnya: Ursula von der Leyen. Dia Presiden Uni Eropa. Pidatonya juga sangat tegas: Eropa harus independen dari Amerika. Termasuk di bidang pertahanan. Mendengarkan pidato von der Leyen hati saya tergetar: tatanan lama dunia sudah bubar. Padahal tatanan baru belum mewujud.

Presiden Donald Trump kehilangan pamor di Forum Davos kali ini. Para pemimpin bisnis dunia antre ingin bertemu Carney. Trump diabaikan.

Memang akhirnya terbukti: Amerika kalah dalam globalisasi. Tapi tanpa globalisasi belum tentu juga Amerika lebih baik dari sekarang.

Kejayaan itu bertahan sejak Amerika meninggalkan emas. Amerika menggantikan emas dengan dolarnya. Dunia pun terjebak ke dalam dolar Amerika.

Dari Forum Davos Anda bisa ambil kesimpulan: kini dunia terbelah menjadi tiga blok --Amerika, Tiongkok-Rusia, dan Uni Eropa.

Amerika Latin jadi rebutan tiga-tiganya. Venezuela dan Argentina kelihatannya ikut Amerika. Brasil, Peru, ikut Tiongkok. Kanada ikut Eropa.

Indonesia disebut sekali dalam pidato Ursula von der Leyen --sudah menandatangani perdagangan bebas dengan Eropa. Pun beberapa negara Amerika Latin. Juga Thailand dan Malaysia. "Minggu depan dengan India," katanyi.

"Eropa perlu negara-negara itu. Negara-negara itu juga perlu Eropa," ujar Leyen.

Di mana posisi Singapura? Selama ini di blok Amerika. Di peta dunia yang baru Singapura bisa terkucil dari lingkungannya.

Tidak menyangka dunia berubah secepat ini. Biarlah. Tidak apa-apa. Apa boleh buat. Kita harus mulai siap dengan hidup baru. Yang penting jangan perang. (Dahlan Iskan)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan