Transformasi Ngambek
Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto SpB saat meraih medali emas rumah sakit terbaik di dunia di ajang IHF Award 2019. -Humas RSUD Tulungagung---
Ketika Supriyanto sudah menjadi direktur, ia pernah ngambek lagi. Gara-gara rumah sakit dianggap sudah sudah punya uang jadilah sasaran: dicurigai ada korupsi di dalamnya. Rumah sakitnya digerebek APH. Sehari penuh.
Dokter Supriyanto seperti frustrasi. Sudah kerja keras. Sudah menciptakan sistem agar tidak ada penyelewengan. Sudah berhasil memperbaiki rumah sakit sampai jadi terbaik di Indonesia. Masih juga dituduh korupsi.
Supriyanto pilih "menghilang". Kalau masuk kantor ia takut waktunya habis untuk melayani APH.
Soal APH ia serahkan ke wakil direktur. Ia hanya berpesan: buka saja semuanya. Jangan ada yang ditutupi. Mereka tidak akan menemukan penyelewengan apa pun.
Akhirnya diketahui: pimpinan APH setempat, kala itu, hanya minta jatah sejumlah uang.
Seorang wartawan setempat bersimpati kepada Supriyanto. Ia viralkan peristiwa penggerebekan itu. Heboh. Sampai menteri kesehatan kala itu kaget. Sang menteri pernah ke RSUD itu. Pujian diberikan setinggi langit. Kok ada masalah.
Supriyanto pun akhirnya terbebas dari urusan APH. Ia semangat lagi memajukan rumah sakit daerah itu.
Pun para pemimpin transformasional tidak lepas dari frustrasi. Bedanya: mereka tahu ngambek hanya sebagai taktik. Misi tidak boleh berubah. Tetap teguh memegang keinginan untuk maju --lewat perubahan besar.
Kini Supriyanto menjabat dirut RSCM Jakarta yang begitu raksasa. Baru dua tahun. Proses menjadikan RSCM sebagai HWW baru tercapai 30 persen. Hambatan pasti banyak. Tapi kali ini ia dapat dukungan penuh atasannya: Menteri Kesehatan Budi Sadikin.
Bahkan Supriyanto adalah tenaga ahli menkes. Mereka satu ide. Termasuk dalam hal sistem pendidikan dokter spesialis: hospital base. Bukan university base.
"Ide hospital base datang dari Anda?" tanya saya.
"Tidak. Ide sama-sama. Kan hospital base lebih baik. Dokter bisa sekolah tanpa harus meninggalkan tugasnya. Bisa sekolah sambil tetap dapat gaji," kata Supriyanto yang hari ini dinobatkan sebagai doktor ilmu manajemen kesehatan di Unair Surabaya.
Ngambek adalah salah satu sifat manusia. Dokter itu manusia. Hanya ngambeknya yang beda.(Dahlan Iskan)