Daftar Tunggu Keberangakatan CJH OKU Capai 26 Tahun

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten OKU, H. Abdul Muis, S.Ag. -Eris/OKES---

BATURAJA — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), H. Abdul Muis, S.Ag, berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, yang menjadi tahun perdana di bawah Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia, dapat berjalan dengan baik dan memberikan pelayanan maksimal bagi seluruh jamaah, khususnya dari Kabupaten OKU.

Abdul Muis menegaskan harapannya agar para jamaah haji memperoleh pelayanan optimal sejak keberangkatan dari Baturaja, proses embarkasi di Palembang, hingga perjalanan udara menuju Tanah Suci, serta selama menjalankan ibadah di Mekkah dan Madinah.

“Jamaah terlayani dengan baik mulai dari keberangkatan dari Baturaja dan embarkasi Palembang, dilayani dengan bagus sampai naik pesawat. Setibanya di Mekkah dan Madinah juga mendapatkan pelayanan yang baik tanpa halangan dan rintangan,” ujar Abdul Muis, Senin (19/01) siang.

Ia mengakui bahwa dalam setiap penyelenggaraan haji, potensi hambatan dan rintangan hampir selalu ada.

BACA JUGA:Pabrik Bio-Avtur Pertama Berbahan Kelapa Dibangun di Banyuasin

BACA JUGA:Deru Resmikan Peningkatan Jalan Tanjung Api-Api–Sri Menanti

 Namun demikian, Abdul Muis berharap hambatan tersebut dapat diminimalkan dan pelayanan haji tahun 2026 menjadi lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya pasti ada cobaan, tetapi kami berharap pelayanan haji tahun 2026 ini lebih baik. Pak Menteri Kementerian Haji dan Umroh RI juga berpesan agar pelayanan jamaah haji dilakukan semaksimal mungkin. Kita harus banyak mengalah dengan jamaah, yang terpenting jamaah puas,” katanya.

Terkait kuota jamaah haji Kabupaten OKU tahun 2026, Abdul Muis menyampaikan bahwa jumlah calon jamaah yang telah melunasi biaya haji mencapai 249 orang. 

Namun demikian, kuota resmi keberangkatan masih menunggu keputusan dari pihak provinsi.

“Kuota khusus belum keluar. Masih dipilah. Dari 249 itu akan ditentukan siapa yang berhak berangkat. Jangan sampai jamaah yang diberangkatkan justru mengalami masalah di perjalanan, terutama masalah kesehatan yang sangat ketat pengawasannya di Arab Saudi,” jelasnya.

BACA JUGA:Sumsel Bidik Wisata Kesehatan, Layanan Medis dan Pariwisata Terus Diperkuat

BACA JUGA:BPBD OKU Waspadai Peningkatan Curah Hujan

Oleh karena itu, Abdul Muis mengimbau kepada seluruh calon jamaah haji tahun 2026 untuk menjaga kesehatan sejak dini. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan