Harga Kopi Turun, Petani OKU Selatan Resah Jelang Panen 2026

Petani Kopi OKU Selatan Harapkan Kenaikan Harga Jelang Panen-Fhoto:Ist---

MUARADUA – Harga kopi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) mengalami penurunan signifikan sejak musim panen lalu dan hingga kini belum kembali ke harga normal.

Saat ini, harga kopi di tingkat petani berada di kisaran Rp43.000 per kilogram, atau turun sekitar 10 persen dibandingkan harga sebelumnya. Padahal, beberapa waktu lalu harga kopi sempat menembus angka di atas Rp70.000 per kilogram.

Penurunan harga yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir tersebut membuat para petani kopi di OKU Selatan merasa resah. Mereka berharap, menjelang musim panen awal tahun 2026, harga kopi dapat kembali stabil bahkan mengalami kenaikan.

Namun harapan tersebut belum sejalan dengan kondisi di lapangan. Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab anjloknya harga kopi yang tak kunjung membaik.

“Salah satu penyebabnya kemungkinan karena ketersediaan kopi yang melimpah. Musim panen yang baik membuat pasokan meningkat sehingga harga turun,” ujar IR, warga Kecamatan Kisam Tinggi, Sabtu (3/1/2026).

BACA JUGA:Jadikan Masjid Sasaran, Pelaku Pencurian Kotak Amal Dibekuk Polisi

BACA JUGA:Pastikan Akses Jalan Pulih, Bupati Abusama Pantau Evakuasi Longsor

Selain itu, lemahnya permintaan pasar juga diduga turut memengaruhi harga jual kopi. Permintaan yang tidak sebanding dengan jumlah produksi menyebabkan harga cenderung terus menurun.

“Faktor lainnya adalah fluktuasi harga kopi global. Harga kopi dunia bisa naik turun tergantung produksi dan permintaan di pasar internasional,” jelasnya.

Meski demikian, para petani kopi di OKU Selatan berharap pemerintah dapat berperan aktif dalam mencari solusi atas penurunan harga tersebut, baik melalui peningkatan kualitas kopi, perluasan akses pasar, maupun strategi lain yang dapat memberikan harga jual lebih menguntungkan bagi petani. 

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan