Diminati Konsumen Global, Bambu Jadi Harapan Baru Industri Furnitur Nasional

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendorong penguatan industri hilir bambu sebagai bahan baku furnitur yang sesuai dengan prinsip ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.--

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, konsumen dunia kini semakin mengutamakan produk berkelanjutan dengan bahan yang tidak menimbulkan kerusakan alam. Riset Grand View Research memproyeksikan bahwa pasar furnitur ramah lingkungan akan meningkat dari USD43,26 miliar pada tahun 2022 menjadi USD83,76 miliar pada 2030.

Sementara Market.us memprediksi pasar global produk berbasis bambu akan tumbuh dari USD74 miliar pada tahun 2024 menjadi USD118,3 miliar pada 2034. Menurut Reni, pertumbuhan pasar ini menandai terjadinya pergeseran tren yang memberi peluang besar bagi bambu untuk menggantikan kayu, terutama karena bambu memiliki siklus panen jauh lebih cepat dan produksinya tidak berkaitan dengan isu deforestasi.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan