Pacu Penguatan Keselamatan Industri Kimia
Kementerian Perindustrian kembali memperkuat komitmennya dalam penerapan Smart Industrial Safety (SIS) melalui Indonesia - Japan Consortium for Smart Industrial Safety (IJCSIS).--
Sedangkan perwakilan Jepang dalam kolaborasi ini melibatkan Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Yokohama National University (YNU), Japan Electric Measuring Instruments Manufacturers’ Association (JEMIMA), serta Japan Electronics and Information Technology Industries Association (JEITA).
Selain penguatan kerja sama internasional, Kemenperin juga berkomitmen mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja industri melalui pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi keselamatan. Program pelatihan dan pertukaran pengetahuan di bawah IJCSIS akan diarahkan untuk menciptakan tenaga ahli yang mampu menerapkan sistem keselamatan modern di lapangan.
BACA JUGA:Survei Kemenag, Temukan 80 Struktur Banunan Pesantren Perlu Perhatian Khusus
BACA JUGA:Akhiri Perdebatan Panjang, Andre Taulany dan Erin Sepakat Bercerai Secara Damai
“Sumber daya manusia yang kompeten dan berwawasan teknologi menjadi ujung tombak dalam memastikan implementasi Smart Industrial Safety berjalan efektif,” ucap Wiwik.
Sebelumnya, Kemenperin telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 19 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat. Bahan Kimia dalam Kegiatan Usaha Industri Kimia yang mengatur langkah pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat bahan kimia dalam kegiatan usaha industri.
Permenperin ini mewajibkan industri kimia untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan melalui identifikasi risiko pada industri serta menyusun dokumen prosedur keadaan darurat bahan kimia. “Kolaborasi dengan Jepang membuka peluang besar bagi transfer teknologi, riset bersama, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang keselamatan industri,” kata Wiwik.
Sebagai penutup, Wiwik mengajak seluruh pihak untuk menjadikan seminar ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi dan komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem industri yang aman dan berkelanjutan. “Keselamatan adalah investasi jangka panjang bagi industri.
Melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi, kita dapat membangun sektor industri kimia yang tidak hanya tumbuh pesat, tetapi juga tangguh dan berorientasi pada keselamatan,” tutupnya.