Satpam MBG

Sabtu 25 Jul 2026 - 10:55 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Yogi

Ajaibnya, tidak ada aturan pemotongan gaji, jika dapur mereka berhenti. Maka laporan kejelekan yayasan mengalir silih berganti, tanpa merasa terbebani. Kepala dapur selaksa malaikat pencatat amal, yang tidak ikut berdosa. Jika dapur di-suspend, tinggal makan gaji buta.

Yang juga aneh adalah tidak adanya tingkat kepangkatan. Flat, tanpa jenjang.

Korcam dan korwil itu hanya sebutan. Sehari-harinya mereka sama, kepala dapur juga. Hanya mendapatkan tambahan tanggung jawab. Seperti siswa yang jadi ketua kelas.

Memang ada KPPG, yang bertindak seperti guru BK. Tapi jalur pelaporannya, harus melalui korcam dan korwil. Sulit lolos, tanpa orang dalam.

Di sisi lain, mitra dan yayasan kebanyakan berusaha se-ngirit mungkin dalam membangun. Ada yang jauh dari desain BGN. Seadanya, sekenanya. Tambal sulam sana sini. Yang penting berdiri.

Peralatan juga sama, yang penting ada. Jangan bicara kualitasnya. Kecuali yayasan yang bermitra dengan investor besar ternama.

Kenapa yang seperti itu bisa lolos verifikasi?

Mungkin karena tim di lapangan juga belum pernah melihat dapur MBG yang ideal seperti yang digambarkan juknis. Hampir semua yang ditemui adalah rumah atau gudang tua yang dimodifikasi. Kecuali MBG-nya TNI dan Polri.

Juga target kuota yang harus segera terpenuhi, waktu itu.

Carut marut ini kemudian berlanjut saat beroperasi. Masing-masing pihak merasa paling berjasa, paling berhak mendapat untung. Dengan berbagai cara, jika perlu memaksa.

Sudah cukup kita dengar pengurus yayasan yang didakwa korupsi. Yang sering luput dari pemberitaan adalah kepala dapur itu sendiri.

Di pelosok sana, posisinya seperti raja. Melakukan dan minta apa saja sekehendaknya. Banyak di antaranya yang terang terangan minta bagian sisa belanja. Bahkan yang minta dibelikan motor juga ada.

Belum lagi para makelar dan ormas. Diam-diam kantongnya bisa paling tebal, tanpa ikut modal.

Makanya untuk proyek strategis seperti ini, seharusnya dipimpin oleh tokoh yang punya rekam jejak perbaikan sistem manajemen. Dan berintegritas penuh, seperti Bu Susi, Pak Jonan, atau ...".(Dahlan Iskan)

 

Kategori :

Terkait

Sabtu 25 Jul 2026 - 10:55 WIB

Satpam MBG

Jumat 24 Jul 2026 - 10:21 WIB

Anak Telur

Minggu 21 Jun 2026 - 09:24 WIB

Undangan Sirry

Sabtu 13 Jun 2026 - 09:43 WIB

Bagi Hasil