Listrik Kereta

Kamis 30 Apr 2026 - 06:38 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Yogi

Saya ke IKN lagi Selasa kemarin –setelah lebih dua tahun tidak ke sana. Di IKN saya mendengar terjadinya kecelakaan kereta di stasiun Bekasi Timur. Tulisan tentang IKN pun saya hentikan di alinea kedua. Ada yang mengganjal di hati: medsos menggambarkan seolah mobil listrik jadi penyebabnya.

Padahal mobil mogok di perlintasan kereta sudah ada sejak sebelum lahirnya mobil listrik. Jelaslah mobil apa pun bisa mogok di mana pun.

Tentu saya tidak mengulas kecelakaannya sendiri. Anda sudah well informed –melebihi saya. Begitu banyak wanita yang meninggal lantaran gerbong paling belakang khusus untuk wanita.

Dulu, sebelum ada mobil listrik, ketika ada mobil mogok di atas rel kereta api, juga muncul "salah tuduh" seperti sekarang. Kalau itu dimunculkan teori induksi. Yakni, kata teori yang tidak jelas asal-usulnya itu, listrik dari kereta "nyetrum" mobil yang di atas rel.

Kini pun pendapat seperti itu muncul lagi. Seolah listrik dari kereta mengganggu listrik mobil listrik. Mobil pun mogok di atas rel. Padahal sudah lama ada penegasan ilmiah: mobil mogok di atas rel akibat induksi itu takhayul logika. Derajatnya hanya sedikit di atas takhayul ini: makhluk halus penunggu perlintasan itu minta makanan berupa bunga –mungkin bunga deposito.

Menurut literatur, penyebab mogoknya mobil di atas rel kebanyakan akibat kepanikan sopir. Terutama karena ingin mengejar waktu sempit sebelum palang perlintasan menutup. Ditambah kondisi perlintasan itu sendiri: relnya di atas gundukan atau jarak rel dan aspal sudah menganga.

Penyebab lain: aki 12 volt di mobil itu sudah waktunya diganti; tapi masih dipertahankan. Di semua mobil –mobil listrik maupun bensin– terdapat aki 12 volt. Di mobil listrik, aki 12 volt itu tidak dipakai untuk menjalankan roda mobil.

Fungsi aki 12 volt adalah untuk "membangunkan" mobil dari tidurnya. Sama: mobil listrik maupun bensin. Begitu Anda masuk mobil, lalu menekan tombol 'start' semua sistem di mobil Anda "bangun". Lalu siap bergerak.

Dalam hal mobil listrik, aki 12 volt itu juga membangunkan listrik utama mobil listrik yang kekuatannya ratusan volt.

Aki 12 volt itu letaknya terpisah dari aki utama mobil listrik. Selama delapan tahun menggunakan Tesla pernah dua kali harus mengganti aki 12 volt. Kali pertama ketika mobil itu "tidur panjang": saya tinggal ke Amerika selama tiga bulan. Tahu-tahu mobil tidak bisa di-start. Panik. Lalu ketahuan penyebabnya sepele. Begitu aki 12 volt diganti, normal kembali.

Fungsi lain dari aki 12 volt adalah untuk menggerakkan bagian-bagian kecil di mobil. Misalnya: wiper, radio/tape, lampu kabin, dan sebangsanya. Alat-alat kecil itu tidak tahan kalau dihubungkan dengan power yang berkekuatan tinggi.

Maka aki 12 volt harus sering dicek: masih kuat atau sudah lemah. Tentu mobil listrik yang dipakai untuk taksi lebih perlu sering dicek. Apalagi kalau tahu kualitas akinya bukan yang baik.

Sebenarnya sering juga bengkel memberi tahu Anda bahwa aki 12 volt di mobil Anda sudah lemah. Biasanya pemilik mobil bertanya: masih bisa dipakai? Tentu masih bisa. Bahkan masih bisa lima bulan. Masalahnya: dalam lima bulan itu bisa kapan saja mati tanpa lebih dulu memberi tahu Anda. Itulah sebabnya bengkel resmi tidak mau kompromi: harus ganti.

Tentu melemahnya aki 12 volt sudah bisa dibaca: misalnya ketika di-start lebih lambat dari biasanya. Di mobil listrik bisa dilihat apakah proses menyalanya layar komputer lemot. Tapi untuk mobil listrik biasanya ada peringatan di layar: baterai 12 volt melemah.

Tentu pemilik mobil listrik harus cari tahu: kalau sistem mati akibat baterai 12 volt soak, roda akan terkunci. Bukan rodanya yang terkunci tapi sistem komputernya tidak jalan. Ada jalan darurat. Misalnya di-jumper dari mobil lain. Ada fasilitas simpel di mobil listrik. Tapi sesimpel apa pun kalau matinya di atas perlintasan kereta api tidak akan sempat.

Kategori :

Terkait

Kamis 30 Apr 2026 - 06:38 WIB

Listrik Kereta

Sabtu 04 Apr 2026 - 07:46 WIB

Rumah Ahmadi

Jumat 03 Apr 2026 - 09:42 WIB

Kang Dasep