Oei Al-Kaff

Selasa 31 Mar 2026 - 09:00 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Yogi

Sebelum makan saya memang tiba-tiba ingat Kholid Bawazier –pengusaha besar Surabaya. Pasti kakek-moyangnya orang dari Hadramaut. Hanya saja saya tidak tahu di mana leluhurnya di sini.

Terakhir saya bertemu Kholid di Jeddah. Tiga bulan lalu. Yakni saat saya diundang menghadiri peresmian pabrik kopi Kapal Api Wazaran di Jeddah. Itulah pabrik kopi patungan antara keluarga Soedomo Mergonoto (grup Kapal Api) dengan keluarga Bawazir (grup Wazaran).

Wazaran –artinya: kaum Bawazier– punya pabrik mie Indomie di Jeddah. Di Lebanon. Di Mesir. Di Marokko. Di Spanyol. Di banyak negara Timur Tengah. Rumah ayah Soedomo di pecinan Surabaya dekat rumah ayah Kholid di kampung Arab Ampel. Saya mengenal baik dua keluarga ini.

"Saya ingin melihat pabrik Indomie Anda yang di Mukalla. Boleh?" tanya saya lewat WA.

"Belum ada pabrik Indomie di Mukalla. Yang ada di Aden," jawabnya. "Tapi yang di Aden sedang tutup karena perang," tambahnya.

"Kampung halaman nenek moyang Anda di Hadramaut di mana? Tarim? Mukalla?" tanya saya lagi.

"Di kota Doan. Lengkapnya di kota Wadi Doan," jawabnya.

Kebetulan sekali. Setelah dua hari di Mukalla saya akan diajak Amang mampir ke Wadi Doan. Yakni dalam perjalanan balik dari Mukalla ke Tarim.

"Di Wadi Doan jangan lupa. Harus makan kambing bakar mathbi," katanya.

Tentu. Baru sekali ini saya dengar ada kambing bakar mathbi. Tidak ada di kota lain di Hadramaut. Saya pun tidak sabar  ingin tahu seperti apa itu barang. 

Wadi Doan: nama baru lagi di telinga saya. Kuper. Ternyata itu nama kota yang terkenal di Yaman. Masya Allah.(Dahlan Iskan)

 

Kategori :

Terkait

Selasa 31 Mar 2026 - 09:00 WIB

Oei Al-Kaff

Sabtu 28 Mar 2026 - 09:45 WIB

Amang Amat

Minggu 21 Dec 2025 - 10:10 WIB

Puisi Ayah

Minggu 21 Sep 2025 - 11:37 WIB

Rekor Kambing