Iran Lebaran

Jumat 20 Mar 2026 - 10:54 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Yogi

Tapi Mossadegh memang terus kian membatasi kekuasaan raja. Termasuk memotong anggaran keperluan pribadi sang raja. Mossadegh memang berpendidikan Eropa. Ia tahu di sana raja masih dipertahankan tapi kekuasaannya sangat dibatasi. Ia sekolah di Paris, lalu meraih gelar doktor di Swiss.

Terjadilah konflik dengan raja. Mossadegh sampai pernah mengundurkan diri. Rakyat marah. Di Pemilu berikutnya Mossadegh menang lebih mutlak. Terpaksa raja melantiknya lagi jadi perdana menteri: 1951.

Dua tahun kemudian, Inggris dan Amerika sepakat menggulingkan Mossadegh. Lewat operasi intelijen. CIA merancang satu operasi yang perlu anggaran satu juta dolar –entah berapa nilainya sekarang. Dengan uang itu demo-demo digerakkan. Setelah terguling Mossadegh dijatuhi hukuman seumur hidup –lebih ringan dari tuntutan hukuman mati oleh jaksa: Mossadegh dianggap pengkhianat negara.

Dalam dokumen rahasia yang tiba waktunya dibuka jelaslah: Amerika-Inggris sepakat penggulingan Mossadegh dengan anggaran satu juta dolar.

Itulah kemarahan pertama rakyat Iran kepada Amerika: mendalangi penggulingan tokoh pujaan rakyat. Amerika dianggap mengambil alih kedaulatan rakyat Iran.

Apalagi Raja Pahlevi lantas berkuasa penuh. Sangat diktator. Punya dinas rahasia yang kejam bernama SAVAK. Banyak tokoh dibunuh dan dipenjarakan. Tokoh seperti Bani Sadr dan Ruhullah Khomeini lari ke Perancis.

Amerika pun dianggap pendukung pemerintahan Iran yang diktator. Kebencian rakyat Iran bertambah-tambah.

Maka ketika Bani Sadr dan Ayatollah Rukhullah Khomeini kembali ke Iran rakyat menyambutnya gegap gempita. 

Terjadilah revolusi Islam di Iran: kekuasaan raja dihabisi. Tapi Amerika ternyata menampungnya. Melindunginya.

Ketika Sang Raja berlindung di Amerika  terjadilah demo besar di kedutaan Amerika di Teheran. Kedutaan diduduki. Warga Amerika disandera. Anda masih ingat serunya krisis sandera waktu itu.

Konflik Amerika-Iran terus bertambah. Tidak pernah lagi bisa hilang. Sampai sekarang. Konflik itu sempat reda di zaman Obama dan nyaris berakhir secara tuntas --tapi Trump merusak serusak-rusaknya.

Jadi, menurut Anda, dengan latar belakang seperti itu diperlukan berapa Idulfitri lagi kerukunan bisa terjadi?

Mohon maaf lahir batin. (Dahlan Iskan)

Kategori :