Berpisah Istri

Rabu 11 Feb 2026 - 10:13 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Yogi

Dia sudah lima tahun tinggal di Makkah. Ayahnyi bekerja sebagai petani di desa itu.

"Kursinya baru ya?" kata saya melihat kursi yang kinclong itu.

"Iya. Baru beli".

"Bagus sekali. Ini mercy-nya kursi roda. Biasanya istri saya dapat yang Avanza".

"Terima kasih. Saya dapat dari orang Singapura. Beliau beli kursi baru. Ketika pulang ditinggal untuk saya".

Saya beruntung dapat pendorong wanita. Jalannya cepat tapi tidak sampai seperti lari. Saya bisa mengikutinyi dengan jalan cepat yang normal.

Sebenarnya enak tawaf di dekat Kakbah. Lingkarannya kecil. Di lantai dua ini lingkarannya besar. Satu putaran terasa sangat lama. Saya pun tergoda untuk menghitungnya: satu putaran berapa langkah. Agar hitungan itu benar saya menghentikan bacaan doa di putaran kedua: konsentrasi untuk menghitung langkah.

976 langkah.

Anda tidak bisa mengoreksi angka yang saya tulis itu. Hanya saya sendiri yang tahu –mungkin kurang atau lebihnya hanya beberapa saja: terutama kalau perjalanan roda itu lagi macet saking banyaknya yang ingin ngebut.

Berarti 976 kali tujuh putaran: sekitar 7.000 langkah. Masih ditambah hilir mudik tujuh kali saat sa'i: antara Shafa dan Marwah. Sekitar itu juga. Total 15 ribu langkah sekali umrah.

Lega.

Untung kami masuk masjid sebelum waktu magrib. Bisa salat magrib di lantai dua. Bisa pilih lokasi di dekat tempat start tawaf. Istri salat di atas kursi roda. Di kelompok wanita. Saya bersama kelompok para lelaki di bagian depan.

Begitu salat magrib selesai tawaf pun dimulai. Suasananya seperti balap formula one: menyiapkan diri agar bisa start duluan di saat masih banyak orang di jalur lintasan.

Menjelang putaran keenam terdengar azan salat isya. Harus berhenti dulu. Salat isya berjamaah. Lalu berputar lagi untuk menyelesaikan lap keenam dan ketujuh.

Pukul 22.15 ibadah umrah selesai. Lalu ke hotel. Check-in. Ketika tiba dari Madinah tidak sempat check-in. Lebih baik langsung ke masjid dulu. Agar sebelum tengah malam ibadah umrah bisa selesai.

Tentu istri kelelahan –biar pun di kursi roda. Menjelang tengah malam itu saya minta izin untuk mandi sebelum dia. Selesai mandi saya harus ke bandara. Ups...belum bisa ke bandara. Harus mengisi acara live Dismorning: pukul 01.00 waktu Makkah. Atau pukul 05.00 WIB.

Kategori :

Terkait

Kamis 09 Apr 2026 - 08:44 WIB

Kejiwaan Iran

Rabu 08 Apr 2026 - 07:57 WIB

Utang Tuhan

Minggu 08 Mar 2026 - 12:45 WIB

Aliran Boneka

Sabtu 07 Mar 2026 - 10:39 WIB

Kelas Delcy